Smart TV untuk Karaoke Dua Kepala Sekolah di Pandeglang, Ternyata Bantuan dari Pusat

Dua Kepala Sekolah

fishgraphy.com – Dua kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ini menjadi perbincangan hangat setelah video mereka sedang karaokean dengan menggunakan smart TV di ruang kelas tersebar luas di media sosial. Tindakan ini menuai teguran keras dari Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pandeglang, Didin Pahrudin. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi di waktu pelajaran.

Read More : Hukuman Tegas! Bupati Pandeglang Pecat 2 Asn Yang Terbukti Terlibat Jaringan Narkoba!

Smart TV yang digunakan oleh kedua kepala sekolah itu ternyata merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Didin Pahrudin menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan secara bertahap ke sekolah-sekolah di Pandeglang. Setiap sekolah, baik SD maupun SMP, termasuk sekolah swasta, mendapatkan satu unit smart TV yang dilengkapi dengan sound system. Menurutnya, penggunaan fasilitas tersebut harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Penggunaan yang Tidak Sesuai Aturan

Didin menegaskan bahwa meskipun kedua kepala sekolah itu mengklaim sedang menguji coba perangkat baru tersebut. Mereka tetap melanggar aturan yang ada. “Ada aturan yang mengikat dari pusat bahwa penggunaan inventaris tersebut ada aturan yang harus dipatuhi,” ujarnya. Ia menyesalkan bahwa dua kepala sekolah tersebut justru menggunakannya untuk karaoke saat jam pelajaran. Ini jelas tidak sesuai dengan fungsi utama perangkat tersebut sebagai alat pendidikan.

Sebagai tindakan tegas, Didin memanggil kedua kepala sekolah tersebut dan memberikan teguran. Mereka pun diminta untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kedua kepala sekolah mengakui kesalahan mereka dan telah meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Distribusi Smart TV untuk Sekolah di Seluruh Indonesia

Di sisi lain, pemerintah pusat tengah berupaya mendistribusikan lebih banyak smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menargetkan distribusi 330 ribu sekolah hingga akhir 2025. “Tahun ini kita harapkan 330 ribu sekolah (termasuk Sekolah Rakyat) akan dapat,” ujar Prabowo dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9).

Baca juga: Wacana Kesehatan: Peningkatan Kasus Dbd: Pandeglang Gagal Total Dalam Program Pemberantasan Sarang Nyamuk!

Tindakan viral dari kedua kepala sekolah ini menjadi peringatan bagi banyak pihak bahwa meskipun fasilitas pendidikan semakin berkembang, penggunaannya harus tetap sesuai dengan tujuan utamanya. Diharapkan kejadian ini menjadi pembelajaran untuk lebih bijak dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah demi kemajuan pendidikan di Indonesia.