Guru Honorer di Pandeglang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Guru Honorer

fishgraphy.com – Doni Romdoni (43), seorang guru honorer di Kabupaten Pandeglang, Banten, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia terpaksa tinggal di rumah yang tak layak huni. Rumahnya yang berukuran 5×8 meter ambruk pada tahun 2022, meninggalkan hanya satu sekat kamar kecil sebagai tempat berlindung. Dalam cuaca buruk, Doni bahkan harus mengungsi ke rumah mertuanya demi keselamatan.

Read More : Gaya Hidup Hijau! Komunitas Pecinta Lingkungan Pandeglang Protes Keras Pencemaran Laut Akibat Limbah!

Pada tahun 2020, rumah Doni mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dan pada tahun 2022, kondisinya semakin parah hingga ambruk. Sebagai ayah dari tiga anak, Doni mengungkapkan bahwa ia telah berusaha untuk membangun kembali rumahnya, namun terbentur oleh keterbatasan ekonomi. Sebagai seorang guru honorer di sekolah swasta, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sementara untuk memperbaiki rumah atau bahkan sekadar merenovasinya pun ia belum mampu.

Tantangan Ekonomi Guru Honorer

Doni yang telah mengabdi sebagai guru honorer selama 20 tahun, juga sempat menjadi pengajar ngaji anak-anak kampung di rumahnya. Namun, dengan kondisi rumah yang semakin tidak layak huni, ia terpaksa menghentikan pengajian tersebut. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak lain yang dapat meringankan beban hidupnya dan membantunya membangun rumah yang layak untuk keluarganya.

Kepala Desa Mandalawangi, Azis Sahril, membenarkan bahwa warganya, Doni, tinggal di rumah yang tidak layak huni. Ia mengungkapkan rasa keprihatinannya atas kondisi tersebut dan berjanji akan membantu Doni. “Kami akan menggunakan dana desa untuk membantu merenovasi rumah Doni dan mengajukan permohonan bantuan rumah kepada pemerintah,” katanya. Azis juga berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan Doni dalam program pembangunan desa.

Baca juga: Berita Buruk! Bupati Pandeglang Minta Warga Waspada: Banjir Kiriman Diprediksi Terjadi Malam Ini Di Labuan!

Harapan untuk Perubahan

Doni berharap, dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah serta masyarakat, impian untuk memiliki rumah yang layak huni bisa terwujud. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Doni untuk terus mengabdi sebagai guru honorer tetap tak pernah padam.